All Together Dead
By: Charlaine Harris
The Shreveport vampire bar would be opening late tonight. I was running behind, and I’d automatically gone to the front door, the public door, only to be helted by neatly lettered sign, red Gothic script on white cardboard: WE’II BE READY TO GREET YOU WITH A BITE TONIGHT, AT EIGHT O’CLOCK. PLEASE EXCUSE OUR DELAYED OPENING. It was signed “The Staff of Fangtasia.” It was the third week in September, so the red neon FANGTASIA sign was already on. The sky was almost pitch-black. I stood with one foot inside my car for a minute, enjoying the mild evening and the faint, dry smell of vampire that lingered around the club. [download]
Format : Ebook.Pdf
Selasa, 01 Februari 2011
From Dead To Worse
From Dead To Worse
By: Charlaine Harris
I was making a neat arrangement of liquor bottles on the folding table behind the portable bar when Halleigh Robinson rushed up, j]her normally sweet face flushed and tear streaked. Since she was supposed to be getting married within an hour and was still wearing blue jeans and a T-shirt, she got my immediate attention. “Sookie!” she said, rounding the bar go grab my arm. “You have to help me”. I’d already helped her by putting on my bartending clothes instead of the pretty dress I’d planned on wearing. “Sure,’ I said, imaging Halleigh wanted me to make her a special drnk-Though if I’d listened in to her thoughts, I’d have known differently already. What’s Next. [download]
Format : Ebook.Pdf
By: Charlaine Harris
I was making a neat arrangement of liquor bottles on the folding table behind the portable bar when Halleigh Robinson rushed up, j]her normally sweet face flushed and tear streaked. Since she was supposed to be getting married within an hour and was still wearing blue jeans and a T-shirt, she got my immediate attention. “Sookie!” she said, rounding the bar go grab my arm. “You have to help me”. I’d already helped her by putting on my bartending clothes instead of the pretty dress I’d planned on wearing. “Sure,’ I said, imaging Halleigh wanted me to make her a special drnk-Though if I’d listened in to her thoughts, I’d have known differently already. What’s Next. [download]
Format : Ebook.Pdf
Dead and Gone
Dead and Gone
By: Charlaine Harris
“Caucasian vampires should never wear white,” the television announcer intoned. “We’ve been secretly filming Devon Dawn, who’s been a vampire for only a decade, as she gets dressed for a night on the town. Look at that outfit! It’s all wrong for her!”. “What was she thinking?” said an acidic female voice. “Talk about stuck in the nineties! Look at that blouse, if that’s what you call it. Her skin just cries out for contrasting color, and what is she putting on? Ivory! It makes her skin look like a hefty bag.” I paused in the act of tying my shoe to watch what happened next as the two vampire fashionistas burst in on the hapless victim. What’s Next. [download]
Format : Ebook.Pdf
By: Charlaine Harris
“Caucasian vampires should never wear white,” the television announcer intoned. “We’ve been secretly filming Devon Dawn, who’s been a vampire for only a decade, as she gets dressed for a night on the town. Look at that outfit! It’s all wrong for her!”. “What was she thinking?” said an acidic female voice. “Talk about stuck in the nineties! Look at that blouse, if that’s what you call it. Her skin just cries out for contrasting color, and what is she putting on? Ivory! It makes her skin look like a hefty bag.” I paused in the act of tying my shoe to watch what happened next as the two vampire fashionistas burst in on the hapless victim. What’s Next. [download]
Format : Ebook.Pdf
Bukek Siansu
Bukek Siansu
Penulis: Asmaraman S. Kho Ping Hoo
Di dalam hutan seribu bunga itu Sin Liong terpesona, merasa seperti hidup di alam lain, di dunia lain. Tempat yang hening dan bersih, tidak ada seorang pun manusia. Kalau dia teringat akan manusia, dia bergidik dan menangis saking takut dan ngerinya. Dia telah menyaksikan kekejaman-kekejaman yang amat hebat. Bukan hanya kekejaman orang-orang yang merenggut nyawa ayah bundanya, yang memaksa ayah bundanya berpisah darinya dan mati meninggalkannya, akan tetapi juga melihat kekejaman puluhan orang tetangga yang menyiksa tiga orang itu sampai mati dan hancur tubuhnya, Dia bergidik dan ketakutan kalau teringat akan hal itu. Di dalam Hutan Seribu Bunga itulah dia merasakan keamanan, kebersihan, keheningan yang menyejukkan perasaan. [download]
Format : Ebook.MS Reader (download)
Penulis: Asmaraman S. Kho Ping Hoo
Di dalam hutan seribu bunga itu Sin Liong terpesona, merasa seperti hidup di alam lain, di dunia lain. Tempat yang hening dan bersih, tidak ada seorang pun manusia. Kalau dia teringat akan manusia, dia bergidik dan menangis saking takut dan ngerinya. Dia telah menyaksikan kekejaman-kekejaman yang amat hebat. Bukan hanya kekejaman orang-orang yang merenggut nyawa ayah bundanya, yang memaksa ayah bundanya berpisah darinya dan mati meninggalkannya, akan tetapi juga melihat kekejaman puluhan orang tetangga yang menyiksa tiga orang itu sampai mati dan hancur tubuhnya, Dia bergidik dan ketakutan kalau teringat akan hal itu. Di dalam Hutan Seribu Bunga itulah dia merasakan keamanan, kebersihan, keheningan yang menyejukkan perasaan. [download]
Format : Ebook.MS Reader (download)
Suling Emas
Suling Emas
Penulis: Asmaraman S. Kho Ping Hoo
Pada jaman lima wangsa ( th.907- 960 ) , kerajaan Nan-Cao merupakan negara kecil di propinsi Yu-Nan sebelah selatan. Mungkin karena kecilnya kerajaan ini tidak dipandang mata oleh kerajaan lain, juga oleh kerajaan Sung yang kemudian di bangun. Akan tetapi, pada pagi hari di pertengahan musim chun ( semi ) itu, banyak sekali tokoh-tokoh terkenal di dunia kang-ouw termasuk ketua-ketua perkumpulan dari pelbagai aliran, orang-orang muda yang patut di sebut pendekar silat, dan orang-orang aneh yang memiliki kesaktian, Datang membanjiri Nan-cao. Apakah gerangan yang menarik para kelana dan pe tualangan itu mendatangi Nan-cao? Ada pula hal yang menarik mereka berdatangan dari tempat-tempat yang amat jauh. Pertama adalah pengangkatan Beng-kauw ( Ketua Agama Beng-kauw ) sebagai Koksu ( Guru Negara ) Kerajaan Nan Cao. [download]
Format : Ebook.MS Reader (download)
Penulis: Asmaraman S. Kho Ping Hoo
Pada jaman lima wangsa ( th.907- 960 ) , kerajaan Nan-Cao merupakan negara kecil di propinsi Yu-Nan sebelah selatan. Mungkin karena kecilnya kerajaan ini tidak dipandang mata oleh kerajaan lain, juga oleh kerajaan Sung yang kemudian di bangun. Akan tetapi, pada pagi hari di pertengahan musim chun ( semi ) itu, banyak sekali tokoh-tokoh terkenal di dunia kang-ouw termasuk ketua-ketua perkumpulan dari pelbagai aliran, orang-orang muda yang patut di sebut pendekar silat, dan orang-orang aneh yang memiliki kesaktian, Datang membanjiri Nan-cao. Apakah gerangan yang menarik para kelana dan pe tualangan itu mendatangi Nan-cao? Ada pula hal yang menarik mereka berdatangan dari tempat-tempat yang amat jauh. Pertama adalah pengangkatan Beng-kauw ( Ketua Agama Beng-kauw ) sebagai Koksu ( Guru Negara ) Kerajaan Nan Cao. [download]
Format : Ebook.MS Reader (download)
Cinta Bernoda Darah
Cinta Bernoda Darah
Penulis: Asmaraman S. Kho Ping Hoo
Serombongan orang amat cepat gerak-geriknya amat ringan langkah kakinya, bergerak cepat mendaki puncak Thai-san. Kalau saja para penduduk tidak sedang bersuka ria dan sempat menyaksikan gerak-gerik lima orang yang bagaikan serombongan kera besar melompat ke sana ke mari, menyelinap di antara batu-batu besar dan pohon-pohon mendaki puncak, tentu akan makin tebal kepercayaan mereka bahwa serombongan dewa atau manusia setengah dewa yang mendaki puncak itu, untuk bertahun baru di sana! Rombongan itu adalah para tosu dari Kun-lun-pai, termasuk tokoh-tokoh tingkat dua dan tiga di Kun-lun-pai, maka tidaklah mengherankan apabila mereka berlima sepandai itu mendaki puncak Thai-san. Tiba-tiba pemimpin rombongan, Ang Kun Tojin mengangkat tangan memberi isyarat dan seketika lima orang itu berhenti, diam tak bergerak seperti patung-patung dewa penghias gunung. [download]
Format : Ebook.MS Reader (download)
Penulis: Asmaraman S. Kho Ping Hoo
Serombongan orang amat cepat gerak-geriknya amat ringan langkah kakinya, bergerak cepat mendaki puncak Thai-san. Kalau saja para penduduk tidak sedang bersuka ria dan sempat menyaksikan gerak-gerik lima orang yang bagaikan serombongan kera besar melompat ke sana ke mari, menyelinap di antara batu-batu besar dan pohon-pohon mendaki puncak, tentu akan makin tebal kepercayaan mereka bahwa serombongan dewa atau manusia setengah dewa yang mendaki puncak itu, untuk bertahun baru di sana! Rombongan itu adalah para tosu dari Kun-lun-pai, termasuk tokoh-tokoh tingkat dua dan tiga di Kun-lun-pai, maka tidaklah mengherankan apabila mereka berlima sepandai itu mendaki puncak Thai-san. Tiba-tiba pemimpin rombongan, Ang Kun Tojin mengangkat tangan memberi isyarat dan seketika lima orang itu berhenti, diam tak bergerak seperti patung-patung dewa penghias gunung. [download]
Format : Ebook.MS Reader (download)
Langganan:
Postingan (Atom)





